Welcome To My Blog # My Mind # My Inspirate

Thursday, November 22, 2012

Makna Aspek Religius dalam Film Ketika Cinta Bertasbih Tinjauan Semiotik

1.     Pendahuluan
Film Indonesia sekarang ini adalah kelanjutan dari tradisi tontonan rakyat sejak masa tradisional, dan masa penjajahan sampai masa kemerdekaan. Untuk meningkatkan apresiasi penonton film Indonesia adalah dengan menyempurnakan permainan trik-trik serealistis dan sehalus mungkin, seni akting yang lebih nyata, pembenahan struktur cerita, pembenahan setting budaya yang lebih dapat dipertanggung jawabkan, penyuguhan gambar yang lebih estetis dan sebagainya.
Menurut Onong Uchjana, “film adalah cerita singkat yang ditampilkan dalam bentuk gambar dan suara yang dikemas sedemikian rupa dengan permainan kamera, teknik editing, dan scenario yang ada sehingga membuat penonton terpesona”.

Film sendiri merupakan gambar hidup, yang juga sering disebut movie. Film secara kolektif sering disebut sinema. Gambar hidup adalah bentuk seni, bentuk populer dari hiburan dan juga bisnis. Film dihasilkan dengan rekaman dari orang lain dan benda (termasuk fantasi dan figur palsu) dengan kamera, atau oleh animasi.
Dalam perkembangannya film tidak hanya dijadikan sebagai media hiburan semata tetapi juga digunakan sebagai alat propaganda, terutama menyangkut tujuan sosial atau nasional. Berdasarkan pada pencapaiannya yang menggambarkan realitas, film dapat memberikan imbas secara emosional dan popularitas. Karena film mempunyai pengaruh besar terhadap jiwa manusia, sehubungan dengan ilmu jiwa sosial terdapat gejala apa yang disebut identifikasi psikologis. Kekuatan dan kemampuan sebuah film menjangkau banyak segmen sosial, membuat film memiliki potensi untuk mempengaruhi khalayak. Film merupakan dokumen kehidupan sosial sebuah komunitas yang mewakili realitas kelompok masyarakat. Baik realitas bentuk imajinasi ataupun realitas dalam arti sebenar nya. Perkembangan film begitu cepat dan tidak terprediksi, membuat film kini disadari sebagai fenomena budaya yang progresif.
Ketika Cinta Bertasbih, adalah sebuah film yang sarat akan aspek-aspek  religius.  Banyak hal yang bisa penonton temukan dalam film tersebut. Antara lain nilai-nilai ajaran agama, khususnya Islam, hubungan sosial dan budaya, juga masala h percintaan dalam kehidupan kaula muda pada khususnya, dapat dikatakan tidak hanya sebagai sebuah film cinta (seperti tergambar dalam judul), tapi juga dapat dikatakan sebagai sebuah film religi dan juga film budaya.
Berangkat dari fenomena tersebut, kami tertarik mengkaji  film Ketika Cinta Bertasbih dalam rangka memaknai aspek-aspek religius  yang terkandung dalam film tersebut dengan menggunakan analisis semiotika Roland Barthes.

No comments:

Post a Comment

Post a Comment