Dalam keadaan normal, vagina memproduksi
cairan yang berwarna bening, tidak berbau, tidak berwarna, dan
jumlahnya tak berlebihan. Cairan ini berfungsi sebagai sistem
perlindungan alami, mengurangi gesekan dinding vagina saat berjalan dan
saat melakukan hubungan seksual.
Selain cairan, di jaringan vagina juga
hidup kuman pelindung (flora doderleins). Pada keadaan normal, jumlahnya
cukup dominan dengan fungsi menjaga keseimbangan ekosistem vagina. Nah,
pada beberapa kondisi hormonal, keseimbangan itu terganggu. “Misalnya,
saat stres, menjelang dan setelah haid, kelelahan, diabetes, saat
terangsang, hamil, atau mengonsumsi obat-obat hormonal seperti pil KB,”
jelas ginekolog dr. Arju Anita, Sp.OG.
